Landscape Architect Talk (LA Talk) bertema “Landscape Globally, Landscape Locally”

Landscape Architect Talk (LA Talk) bertema “Landscape Globally, Landscape Locally”

Landscape Architect Talk (LA Talk) merupakan diskusi profesi internasional yang mengangkat tema “Landscape Globally, Landscape Locally” dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2020 di Gedung Kuliah Umum ITERA, dengan pembicara internasional Sean Lin sebagai Senior Associate di Hassell Studio Shanghai, Tiongkok dan Dr. Eng. Fritz Akhmad Nuzir, S.T., M.A. researcher dari Institute for Global Environmental Strategies (IGES), Jepang. Kegiatan internasional ini berkolaborasi dengan Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia Pengurus Daerah Lampung (IALI PD Lampung).

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Arsitektur Lanskap dan Arsitektur ITERA dan berbagai instansi pemerintah yang meliputi, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lampung Tengah, Dinas Perumahan Rakyat dan Perumahan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Way Kanan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bandar Lampung. Selain itu diskusi ini juga dihadiri oleh Rio Kurniawan, S.T., IALI, penasihat IALI PD Lampung, Keluarga Alumni Gadjah Mada, mahasiswa Universitas Lampung, dan mahasiswa Universitas Bandar Lampung. Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement) antara Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) ITERA dan IALI PD Lampung. MoA tersebut ditandatangani oleh Dr. Rahayu Sulistyorini, S.T., M.T. selaku ketua jurusan JTIK ITERA yang diwakili oleh Sekretaris Prodi Arsitektur Lanskap, Anggi Mardiyanto dan Panji Kurniawan, S.T., M.Sc. selaku Ketua IALI PD Lampung.

Diskusi dimulai dengan pemaparan materi oleh Sean Lin yang membahas perencanaan hingga desain yang telah dilakukan oleh Hassell Studio di wilayah Cina dan Australia. Diskusi dengan Sean Lin dilakukan melalui teleconference. Beliau memaparkan visi dari keseluruhan proses desain yaitu “to design the world’s best places and places people love”. Infrastruktur dalam perencanaan lanskap lebih berfokus pada eco-restoration, re-building, public awareness and improving urban aesthetics. Beliau menegaskan bahwa pentingnya penyatuan konsep restorasi alam dan pendidikan; antusiasme dan regenerasi komunitas; land mark dan identitas kota dalam sebuah perencanaan dan desain lanskap. Pada diskusi ini Hassell Studio membuka magang untuk mahasiswa Prodi Arsitektur Lanskap ITERA di Hassell Studio-Shanghai, Tiongkok selama minimal 6 bulan.

Dilanjutkan oleh Dr. Eng. Fritz yang memaparkan materi dengan judul “The Mahogany Trees as Urban Landscape Herritage and The Long-Lasting Image of Metro City-Lampung”. Diskusi ini membahas potensi Pohon mahagoni yang berperan bagi keberlangsungan ekologis dan potensi cultural herritage Kota Metro, karena pohon mahoni di Jalan Nasution-Metro merupakan warisan zaman kolonial Belanda. Namun, pohon mahoni tersebut berkurang jumlahnya karena beberapa alih fungsi lahan, karena pemekaran kota ke daerah sekitarnya. Sehingga, perlu penelitian tentang pengelolaan area pohon mahoni tersebut untuk dipertahankan keberadaannya.

Diskusi profesi internasional ini membuka wawasan bagi para peserta mengenai pentingnya perencanaan lanskap yang merupakan penyatuan konsep restorasi alam dan pendidikan, antusiasme dan regenarasi komunitas, landmark dan identitas kota yang akan meningkatkan nilai kehidupan suatu kota. Dan perlunya kerjasama antar semua pihak dalam peencanaan lanskap agar tercapainya visi suatu kota, baik itu pemerintah maupun instansi-instansi terkait yang memiliki wawasan terbuka untuk menerima perencanaan lanskap yang akan berdampak bagi kehidupan sebuah kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *